Di banyak rumah sakit di Indonesia, digitalisasi radiologi mulai terasa bukan sebagai tren, tetapi kebutuhan. Workflow pemeriksaan semakin cepat, data lebih mudah dikelola, dan hasil gambar bisa langsung terintegrasi ke PACS (Picture Archiving and Communication System). Salah satu perangkat yang berperan penting dalam transformasi ini adalah Flat Panel Detector, atau lebih sering disebut FPD.
Menariknya, banyak fasilitas kesehatan sudah menggunakan sistem digital, tetapi belum benar-benar memahami jenis FPD dan dampaknya terhadap kualitas diagnostik, maintenance, dan operasional jangka panjang.
Padahal, memilih detektor yang tepat bisa berdampak pada:
- Kualitas hasil pemeriksaan
- Waktu tunggu pasien
- Efisiensi workflow radiologi
- Biaya perawatan per tahun
- Umur pakai alat
Jika Anda bekerja di bagian pengadaan, manajemen RS, radiografer, atau distributor alat kesehatan, memahami perbedaan setiap jenis FPD sangat membantu dalam menentukan investasi.
Daftar isi
Kenapa Memahami Jenis FPD itu Penting?

FPD bukan sekadar perangkat input gambar. Ia memengaruhi:
- Kualitas resolusi radiologi
- Tingkat radiasi yang diterima pasien
- Kecepatan workflow pemeriksaan
- Biaya operasional rumah sakit
Kesalahan memilih detektor bisa membuat hasil gambar kurang optimal atau meningkatkan biaya maintenance karena penggunaan tidak sesuai kebutuhan klinis.
Karena itu, memahami perbedaan setiap jenis FPD dapat membantu mengambil keputusan yang lebih tepat.
Jenis FPD dan Penggunaannya dalam Klinik & Rumah Sakit

Berikut penjelasan jenis-jenis FPD berdasarkan situasi penggunaan di fasilitas kesehatan.
Indirect Conversion Flat Panel Detector
Jenis ini paling banyak digunakan di fasilitas kesehatan Indonesia. Cara kerjanya menggunakan scintillator (CsI atau GOS) untuk mengubah sinar-X menjadi cahaya, kemudian menjadi sinyal listrik.
Cocok untuk:
- Radiografi umum
- Rontgen thorax
- Pemeriksaan tulang dan abdomen
- Instalasi dengan jumlah pasien tinggi
Tambahan:
Untuk rumah sakit tipe D dan C, indirect FPD biasanya menjadi pilihan paling masuk akal karena harganya lebih terjangkau dan mudah untuk diservis.
Direct Conversion Flat Panel Detector
Jenis FPD ini langsung mengubah sinar-X menjadi sinyal listrik tanpa melalui proses cahaya. Material yang umum digunakan adalah amorphous selenium (a-Se). Hasil gambarnya lebih tajam, noise rendah, dan detailnya bagus untuk area dengan struktur halus.
Cocok untuk:
- Mamografi
- Radiologi diagnostik dengan kebutuhan presisi tinggi
- Pusat layanan spesialis
Tambahan:
Beberapa rumah sakit memilih direct conversion khusus untuk mamografi sambil tetap menggunakan indirect pada radiografi umum untuk efisiensi biaya.
Portable Flat Panel Detector
Sesuai namanya, detector ini bisa dipindah ke ruang IGD, ICU, ruang isolasi, hingga bedside patient. Banyak model modern mendukung mode wireless.
Cocok untuk:
- Mobile X-ray
- Pasien rawat inap
- Instalasi dengan ruang terbatas
Tambahan:
Setelah pandemi COVID-19, permintaan portable FPD meningkat karena efisiensi instalasi dan kebutuhan mobilitas tinggi.
Tethered Flat Panel Detector
Jenis ini masih menggunakan kabel, biasanya USB atau kabel data khusus. Meskipun kurang fleksibel, tethered FPD memiliki koneksi lebih stabil dan risiko interferensi rendah.
Cocok untuk:
- Ruang radiologi tetap
- Volume pemeriksaan tinggi
- Fasilitas digital yang tidak membutuhkan mobilitas
Tambahan:
Untuk RS tipe B atau C yang belum siap WiFi coverage stabil, tethered masih sangat relevan.
Wireless Flat Panel Detector
Ini adalah generasi terbaru jenis FPD dengan fleksibilitas penuh. Hasil gambar dikirim langsung ke PACS melalui jaringan WiFi atau RF.
Cocok untuk:
- Rumah sakit digital
- Workflow paperless dan Human integrated Systems (HIS)
- Radiologi dengan pemeriksaan cepat dan mobilitas tinggi
Tambahan untuk penggunaan di Indonesia:
Karena wireless menggunakan frekuensi radio atau WiFi, perangkat ini wajib melalui uji teknis dan mendapatkan sertifikat DJID/SDPPI sebelum digunakan atau dipasarkan.
Bagaimana Menentukan Pilihan yang Tepat?

Pertimbangan memilih FPD sebaiknya mengacu pada:
| Faktor Pemilihan | Rekomendasi |
| Volume pasien tinggi | Indirect atau tethered |
| Akurasi tinggi | Direct conversion |
| Mobilitas tinggi | Portable FPD |
| RS dengan jaringan digital matang | Wireless FPD |
| Anggaran terbatas | Indirect atau tethered |
Selain itu, pastikan kompatibilitas dengan:
- PACS/HIS rumah sakit
- Software viewer radiologi
- Garansi lokal dan ketersediaan spare part
- Dukungan teknisi dalam negeri
Penutup
Memahami jenis FPD membantu fasilitas kesehatan memilih perangkat yang sesuai kebutuhan klinis, bukan hanya mengikuti spesifikasi teknis atau rekomendasi vendor. Dengan pemilihan yang tepat, workflow radiologi jadi lebih cepat, hasil diagnosa lebih akurat, dan investasi alat lebih berumur panjang.
Jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan upgrade sistem radiologi, mulai dengan mengevaluasi kebutuhan, kondisi instalasi, serta kapasitas penggunaan. Biasanya, dari sana pilihan terbaik mulai terlihat lebih jelas.










Leave a Comment