Di tengah pesatnya perkembangan dunia digital, keberadaan server memegang peranan yang tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari saat kita mengakses sebuah situs web, menyimpan file di layanan cloud, hingga menjalankan aplikasi bisnis harian, semuanya bergantung pada perangkat ini, yang bekerja di belakang layar.
Meski begitu, masih banyak yang belum benar-benar memahami apa itu server, apa saja jenisnya, dan seperti apa regulasi yang mengatur penggunaannya di Indonesia.
Melalui artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat dunia server secara menyeluruh, dari konsep dasarnya hingga teknis regulasi yang berlaku. Simak selengkapnya agar Anda bisa mengelola dan memanfaatkannya secara bijak sesuai kebutuhan.
Daftar isi
Apa itu Server?

Perangkat ini bisa dibayangkan sebagai pusat layanan digital dalam sebuah jaringan komputer. Tugas utamanya adalah menyediakan berbagai sumber daya, mulai dari data, aplikasi, hingga koneksi internet, kepada perangkat lain yang terhubung, yang biasa disebut klien.
Perangkat ini biasanya dirancang untuk bekerja terus-menerus tanpa henti, selama 24 jam setiap hari. Untuk itu, perangkat ini dibekali dengan spesifikasi teknis yang cukup tinggi agar mampu melayani banyak permintaan dalam waktu yang bersamaan. Tanpa perangkat ini, layanan digital seperti email, penyimpanan cloud, dan akses website mungkin tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.
Jenis-Jenis
Perangkat hadir dalam berbagai bentuk dan fungsi. Masing-masing dirancang sesuai dengan kebutuhan dan skala operasional pengguna. Berikut beberapa jenis produk yang umum dikenal:
Server fisik dan server virtual
Perangkat fisik adalah perangkat keras nyata berupa mesin yang berdiri sendiri dan beroperasi secara mandiri. Biasanya digunakan oleh perusahaan besar yang membutuhkan kapasitas dan kontrol penuh atas sistemnya.
Berbeda dengan itu, perangkat virtual merupakan hasil dari teknologi virtualisasi. Dalam satu perangkat fisik, bisa dijalankan beberapa perangkat virtual secara bersamaan. Ini tentu lebih efisien secara ruang, biaya, dan pemeliharaan, karena tidak memerlukan banyak perangkat fisik untuk menjalankan banyak layanan.
Dedicated server, VPS, dan cloud server
Dilihat dari cara penggunaannya, perangkat ini terbagi menjadi beberapa kategori:
- Dedicated: Seluruh sumber daya digunakan oleh satu pengguna atau perusahaan saja. Cocok untuk bisnis dengan kebutuhan performa tinggi, karena tidak berbagi kapasitas dengan pihak lain.
- VPS: Perangkat fisik dibagi menjadi beberapa lingkungan virtual. Setiap pengguna memiliki ruang terisolasi dan kontrol lebih besar dibanding shared hosting, meskipun masih berbagi sumber daya dengan pengguna lain.
- Cloud: Perangkat yang berjalan di atas infrastruktur cloud computing. Keunggulannya terletak pada skalabilitas dan fleksibilitas tinggi. Pengguna bisa menyesuaikan kapasitas kapan pun dibutuhkan, dan mengaksesnya dari mana saja selama terhubung ke internet.
Berdasarkan fungsi
Selain dari bentuk dan cara pakainya, perangkat ini juga dibedakan berdasarkan peran fungsionalnya:
- Aplikasi: Menjalankan berbagai aplikasi yang bisa diakses oleh banyak pengguna dalam satu jaringan.
- Database: Bertugas menyimpan dan mengelola data dalam struktur tertentu agar mudah diakses dan dimanipulasi.
- File: Menyediakan ruang penyimpanan terpusat untuk berbagi dokumen, gambar, atau file lain antar pengguna.
- Web: Menyajikan konten situs web kepada pengunjung melalui browser.
- Mail: Mengelola proses pengiriman dan penerimaan email dalam suatu sistem komunikasi digital.
Komponen Utama

Di balik performa handalnya, terdapat rangkaian komponen penting yang saling mendukung. Mulai dari perangkat keras hingga perangkat lunak, berikut adalah elemen-elemen yang membentuknya:
Perangkat keras (hardware)
Perangkat ini dilengkapi dengan prosesor berdaya tinggi, RAM berkapasitas besar, dan penyimpanan berbasis SSD atau HDD enterprise. Komponen-komponen ini dirancang agar dapat menangani proses multitasking secara efisien.
Selain itu, perangkat ini juga membutuhkan kartu jaringan (NIC) untuk menjamin konektivitas yang cepat dan stabil, terutama saat melayani lalu lintas data dalam jumlah besar. Tidak ketinggalan sistem pendingin dan power supply yang lebih kuat agar server bisa berjalan stabil dalam waktu lama.
Perangkat lunak (software)
Untuk dapat beroperasi, perangkat ini memerlukan sistem operasi khusus seperti Windows atau berbagai distro Linux. Di atasnya, server juga menjalankan berbagai aplikasi sesuai fungsinya, seperti Apache untuk web, atau MySQL untuk database.
Kombinasi ini memastikan perangkat mampu memberikan layanan secara optimal, sekaligus mudah dikontrol oleh administrator jaringan.
Fitur keamanan dan redundansi
Karena perangkat ini menangani data penting, fitur keamanan menjadi aspek utama. Perangkat modern biasanya sudah dilengkapi firewall, sistem otentikasi, dan enkripsi untuk mencegah akses tidak sah.
Selain itu, terdapat sistem redundansi seperti RAID (untuk perlindungan data penyimpanan), power supply ganda, dan backup otomatis agar server tetap dapat berfungsi walau terjadi gangguan.
Fungsi dan Manfaat

Perangkat ini bukan hanya sekadar mesin, ia adalah pusat koordinasi dalam sistem digital yang mendukung banyak hal:
- Sentralisasi data dan aplikasi: Semua data dan aplikasi dikelola dari satu titik, sehingga memudahkan pengawasan dan pemeliharaan.
- Kolaborasi lebih efisien: Dengan adanya perangkat ini, tim dapat bekerja bersama dari lokasi yang berbeda secara real time.
- Keamanan dan perlindungan data: Perangkat ini memungkinkan pengelolaan akses yang lebih ketat serta sistem backup otomatis untuk menghindari kehilangan data.
Regulasi di Indonesia

Di Indonesia, penggunaan perangkat ini diatur melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (KEPMEN KOMINFO) No. 60 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Perangkat Telekomunikasi Jaringan Ethernet.
Perangkat ini yang memiliki dua atau lebih antarmuka Ethernet (mengacu pada standar IEEE 802.3) dan mampu menghubungkan perangkat dalam satu jaringan wajib memenuhi standar teknis tertentu. Pemenuhan ini dibuktikan melalui sertifikasi perangkat telekomunikasi, atau lebih dikenal sebagai sertifikasi DJID.
Standar Teknis yang Harus Dipenuhi:
- Catu daya: Perangkat harus mendukung pengoperasian normal pada tegangan AC 220V ±10% dan frekuensi 50 Hz ±6%. Jika menggunakan adaptor eksternal, perangkat tetap harus berfungsi tanpa gangguan.
- Kecocokan elektromagnetik (EMC): Perangkat wajib memenuhi standar SNI ISO/IEC CISPR 32 untuk memastikan tidak menimbulkan gangguan elektromagnetik di lingkungan residensial maupun industri.
- Imunitas terhadap gangguan: Jika termasuk dalam ruang lingkupnya, server perlu menjalani pengujian imunitas berdasarkan SNI ISO/IEC CISPR 35, untuk memastikan ketahanannya terhadap gangguan elektromagnetik eksternal.
- Keselamatan listrik: Pengujian keselamatan dilakukan sesuai IEC 60950-1 atau IEC 62368-1, agar perangkat aman digunakan secara listrik.
- Keselamatan laser: Bila perangkat dilengkapi antarmuka optik, maka wajib memenuhi persyaratan Class 1 atau Class 1M sesuai IEC 60825.
Setelah lulus seluruh pengujian tersebut, perangkat akan memperoleh Laporan Hasil Uji (LHU) sebagai syarat pengajuan sertifikasi ke DJID.
Bagi pelaku industri, memahami proses sertifikasi ini bisa jadi rumit dan memakan waktu. Untungnya, kini tersedia berbagai layanan jasa sertifikasi DJID yang dapat membantu mulai dari tahap pengujian hingga proses administratif ke pemerintah. Kehadiran layanan ini membuat proses jadi lebih cepat, tertata, dan meminimalisir kesalahan.
FAQ
Berikut pertanyaan umum seputar perangkat ini:
Apa itu server dan fungsinya dalam jaringan?
Server adalah sistem komputer yang menyediakan layanan data, aplikasi, atau koneksi jaringan kepada perangkat lain (klien) dalam satu jaringan.
Apa perbedaan antara perangkat fisik dan virtual?
Server fisik adalah perangkat keras nyata, sedangkan server virtual beroperasi di atas teknologi virtualisasi dan dapat berbagi sumber daya dalam satu mesin fisik.
Apa saja komponen pentingnya?
Komponen utama meliputi prosesor, RAM, penyimpanan (SSD/HDD), kartu jaringan (NIC), sistem operasi server, serta aplikasi server pendukung.
Apakah Server Wajib Sertifikasi DJID di Indonesia?
Iya. Perangkat server yang beredar di Indonesia harus memenuhi standar teknis seperti yang diatur dalam KEPMEN KOMINFO No. 60 Tahun 2022 dan wajib memiliki sertifikasi DJID.










Leave a Comment