Bagi banyak perusahaan, proses sertifikasi perangkat terasa seperti garis finis, pengujian selesai, dokumen lengkap, nomor sertifikat muncul di sistem, dan produk siap dipasarkan.
Namun kenyataannya, sertifikasi perangkat telekomunikasi di Indonesia tidak berhenti sampai di situ. Status sertifikasi berlaku sepanjang perangkat beredar, dan ada kondisi tertentu yang dapat membuat sertifikat DJID dicabut, meskipun produk sudah lama dipasarkan.
Dampaknya bisa serius. Distribusi bisa tertunda, pengiriman tertahan di bea cukai, vendor kehilangan kepercayaan distributor, atau lebih parahnya lagi, produk harus ditarik dari pasar. Karena itu, memahami kapan sertifikat dapat dicabut bukan hanya soal administrasi, tapi juga bagian dari tata kelola kepatuhan pelaku usaha.
Daftar isi
Kenapa Sertifikat DJID Bisa Dicabut?
Ada beberapa alasan resmi yang dapat menyebabkan sertifikat DJID dicabut, dan semuanya berkaitan dengan regulasi teknis serta kepatuhan pemegang sertifikat.
1. Perangkat tidak lolos uji petik setelah dipasarkan

DJID dapat mengambil perangkat langsung dari pasar untuk dites ulang. Tujuannya memastikan produk yang dijual ke konsumen masih sesuai dengan sampel uji sertifikasi.
Beberapa penyebab umum gagalnya uji petik:
- Pabrikan mengganti antena atau modul RF tanpa pemberitahuan
- Firmware baru menaikkan output daya melebihi ambang regulasi
- Komponen produksi massal tidak identik dengan sampel sertifikasi
Dalam kondisi seperti ini, pemegang sertifikat tetap bertanggung jawab, meski perubahan berasal dari pabrik. Jika perbedaannya signifikan, hasil akhirnya bisa sertifikat DJID dicabut untuk model tersebut.
2. Ketidaksesuaian dokumen dengan perangkat yang beredar
Semua perangkat yang diajukan sertifikasi harus sesuai dengan dokumen teknis yang diserahkan. Jika ditemukan ketidaksesuaian, baik dari segi pabrik, model, atau fitur RF, sertifikat dapat dibatalkan.
Contoh situasi yang kerap terjadi di industri:
- Model label berbeda dengan nama produk di pasar
- Identitas manufaktur OEM berubah tanpa update dokumen
- Perangkat yang dipasarkan memiliki fitur wireless tambahan
Kasus ini sering terjadi pada perangkat IoT, audio wireless, serta perangkat smart home karena siklus upgrade hardware yang cepat.
3. Perangkat sudah dipromosikan atau dijual sebelum sertifikat efektif

Banyak pelaku usaha menganggap bahwa nomor sertifikasi otomatis memberi izin penjualan. Padahal sertifikat baru dianggap efektif ketika label, QR code, dan tanda legal lainnya sudah terpasang sesuai format.
Jika perusahaan sudah mengiklankan, mendistribusikan, atau mengirim unit demo sebelum fase ini selesai, status sertifikasinya dapat dibekukan dan, bila tidak segera diperbaiki, sertifikat DJID dapat dicabut.
4. Tidak memasang label, QR code, atau identifikasi legal
Setiap perangkat wajib menampilkan informasi sertifikasi. Jika pelaku usaha tidak memasang label sesuai ketentuan yang ditetapkan, maka akan mendapatkan beberapa tahap peringatan.
| Teguran | Tahap Peringatan |
| 1 | Peringatan tertulis |
| 2 | Peringatan lanjutan |
| 3 | Peringatan final |
| 4 | Sertifikat DJID dinonaktifkan atau dicabut |
Label ini bukan formalitas, melainkan bukti bahwa perangkat legal digunakan di wilayah Indonesia.
5. Pelanggaran perjanjian lisensi atau penggunaan sertifikat

Sertifikat hanya berlaku untuk model yang diuji. Jika digunakan untuk varian lain, dialihkan ke pihak ketiga tanpa izin, atau dipakai untuk kegiatan distribusi yang tidak sesuai, sertifikat dapat dibatalkan.
Contoh nyata di industri:
- Sertifikat digunakan untuk versi perangkat yang modul radionya berbeda
- Distributor mengklaim sertifikat milik brand lain
- Vendor mengimpor batch perangkat yang berbeda komponen internalnya
Di tahap ini, pencabutan sering dianggap tindakan yang diperlukan.
Cara Menghindari Risiko Pencabutan Sertifikat
Tidak ada trik khusus, yang penting adalah kontrol kualitas dan dokumentasi yang konsisten. Untuk menjaga status sertifikasi DJID tetap aman, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:
- Simpan dokumen sertifikat dan versi hardware sebagai referensi
- Pastikan software dan firmware tetap sesuai dengan sampel uji
- Gunakan internal checklist untuk pemasangan QR code dan label
- Pantau kebijakan terbaru dari DJID secara berkala
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko pelanggaran yang tidak disengaja.
Penutup
Pencabutan sertifikasi tidak terjadi tiba-tiba. Selalu ada proses evaluasi, pemberitahuan, dan kesempatan perbaikan sebelum sertifikat DJID dicabut. Selama perusahaan menjaga kesesuaian perangkat dengan dokumen teknis dan mengikuti aturan labeling serta distribusi, status sertifikat akan tetap aman.
Di dunia perangkat telekomunikasi, sertifikasi membawa arti lebih luas dari sekadar dokumen legal. Bagi regulator, distributor, dan pengguna, sertifikasi menjadi tanda bahwa perangkat telah diuji, memenuhi standar, dan layak digunakan dalam jangka panjang. <UN>










Leave a Comment