#1 Your Trusted Business Partner

Kenali Apa Itu Bluetooth Module dan Regulasi di Indonesia

Galih Nugroho

Kenali Apa Itu Bluetooth Module dan Regulasi di Indonesia

Bluetooth module telah menjadi bagian penting dalam komunikasi nirkabel modern. Dari perangkat IoT, audio, wearable, hingga industri, Bluetooth memungkinkan berbagai perangkat untuk terhubung tanpa kabel.

Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja Bluetooth module? Apa saja manfaat dan jenis-jenisnya, serta bagaimana regulasi yang berlaku di Indonesia? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap!

Apa itu Bluetooth Module?

Kenali Apa Itu Bluetooth Module dan Regulasi di Indonesia

Bluetooth module adalah komponen elektronik yang memungkinkan perangkat untuk berkomunikasi secara nirkabel menggunakan teknologi Bluetooth. Modul ini terdiri dari chip Bluetooth, antena, sirkuit radio frequency (RF), dan sirkuit pendukung lainnya yang memungkinkan perangkat untuk mengirim dan menerima data tanpa kabel.

Fungsi

  • Menyediakan konektivitas nirkabel: Memungkinkan komunikasi antar perangkat tanpa kabel.
  • Menghubungkan perangkat dengan cepat: Proses pairing yang mudah dan efisien.
  • Hemat energi: Teknologi Bluetooth dirancang untuk konsumsi daya rendah.
  • Mendukung berbagai aplikasi: Dari audio streaming hingga IoT dan kontrol perangkat.

Bluetooth module membantu integrasi komunikasi nirkabel dengan lebih mudah, sehingga banyak digunakan dalam berbagai industri dan produk elektronik.

Cara Kerja

Bluetooth module bekerja dengan memancarkan dan menerima sinyal radio dalam jarak pendek. Berikut tahapan cara kerjanya:

  1. Pairing & authentication → Dua perangkat Bluetooth mencari dan mengenali satu sama lain untuk membentuk koneksi.
  2. Frekuensi hopping → Bluetooth menggunakan Adaptive Frequency Hopping (AFH) untuk mencegah interferensi dengan perangkat lain.
  3. Transmisi Data → Setelah terhubung, perangkat dapat mentransfer suara, teks, atau file secara nirkabel.

Jangkauan Bluetooth module biasanya antara 10 hingga 100 meter, tergantung pada daya transmisi dan versi Bluetooth yang digunakan.

Jenis-Jenis

Jenis-jenis Bluetooth module

Meskipun Bluetooth module biasanya sudah tertanam dalam perangkat elektronik, ada beberapa jenis yang berbeda berdasarkan versi Bluetooth, fitur, dan penggunaannya. Berikut adalah beberapa jenis utama:

 Bluetooth Classic (BR/EDR – Basic Rate/Enhanced Data Rate)

Bluetooth Classic (BR/EDR – Basic Rate/Enhanced Data Rate) merupakan teknologi Bluetooth yang dirancang untuk mentransfer data dengan kecepatan tinggi, sehingga cocok digunakan dalam perangkat yang membutuhkan komunikasi real-time dan stabil. 

Teknologi ini memungkinkan transmisi data yang lebih cepat dibandingkan Bluetooth Low Energy (BLE), namun dengan konsumsi daya yang lebih besar. Oleh karena itu, Bluetooth Classic lebih sering digunakan pada perangkat yang memiliki sumber daya listrik yang stabil, seperti:

  • Speaker Bluetooth
  • Headset dan earbuds
  • Keyboard dan mouse wireless
  • Printer Bluetooth

Bluetooth Low Energy (BLE)

Bluetooth Low Energy (BLE) adalah teknologi Bluetooth yang dirancang untuk menghemat daya, sehingga ideal untuk perangkat yang membutuhkan koneksi jangka panjang tanpa sering mengisi ulang daya. 

Meskipun memiliki konsumsi daya yang jauh lebih rendah dibandingkan Bluetooth Classic, kecepatan transfer datanya juga lebih lambat. Oleh karena itu, BLE lebih cocok digunakan dalam perangkat seperti:

  • Smartwatch dan fitness tracker
  • Sensor IoT dan perangkat kesehatan (glukometer dan monitor detak jantung)
  • Beacon untuk pelacakan lokasi dalam ruangan

Bluetooth Audio Module (A2DP, AVRCP, HFP)

Bluetooth Audio Module dirancang khusus untuk pemrosesan audio nirkabel, memungkinkan perangkat untuk mengirim dan menerima suara dengan kualitas tinggi tanpa menggunakan kabel. 

Teknologi ini mendukung berbagai protokol seperti A2DP (Advanced Audio Distribution Profile) untuk streaming audio, AVRCP (Audio/Video Remote Control Profile) untuk kontrol media, dan HFP (Hands-Free Profile) yang sering digunakan pada sistem panggilan telepon di kendaraan. Berkat fitur-fitur ini, Bluetooth Audio Module banyak diterapkan dalam perangkat seperti:

  • Headset stereo dan earphone nirkabel
  • Speaker pintar dan sound system mobil

Bluetooth Mesh

Bluetooth Mesh adalah teknologi Bluetooth yang dirancang untuk mendukung jaringan luas yang menghubungkan banyak perangkat sekaligus. Tidak seperti koneksi Bluetooth tradisional yang bekerja dalam hubungan satu-ke-satu atau satu-ke-banyak, Bluetooth Mesh memungkinkan komunikasi antar banyak perangkat dalam jaringan besar, sehingga menciptakan sistem yang lebih terdistribusi dan andal. 

Teknologi ini sangat cocok digunakan dalam aplikasi seperti smart home, sistem pencahayaan pintar, sensor industri, dan jaringan IoT skala besar, di mana banyak perangkat perlu berkomunikasi dan berbagi data secara simultan tanpa mengandalkan satu pusat kontrol tertentu.

Bluetooth Dual Mode

Bluetooth Dual Mode adalah teknologi yang memungkinkan perangkat untuk mendukung kedua jenis koneksi Bluetooth, yaitu Bluetooth Classic dan Bluetooth Low Energy (BLE), dalam satu perangkat. 

Dengan fitur ini, perangkat dapat mengoptimalkan kecepatan transfer data saat diperlukan, seperti dalam komunikasi audio berkualitas tinggi, sekaligus menghemat daya ketika hanya membutuhkan koneksi data dalam jumlah kecil. 

Teknologi ini sangat cocok untuk perangkat yang memerlukan fleksibilitas dalam konektivitas, seperti: 

  • Kendaraan pintar dan infotainment mobil
  • Perangkat gaming seperti kontroler wireless
  • Peralatan medis dan IoT industri

Regulasi di Indonesia

Regulasi Bluetooth module

Sebagai teknologi komunikasi nirkabel yang banyak digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, Bluetooth module harus memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh pemerintah sebelum dapat digunakan atau dipasarkan di Indonesia. Regulasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat tidak menyebabkan gangguan frekuensi, memenuhi standar keselamatan, serta beroperasi dengan efisien dalam pita frekuensi yang telah ditetapkan.

Di Indonesia, regulasi Bluetooth module diatur dalam KEPMEN KOMINFO No. 260 Tahun 2024, yang mencakup persyaratan teknis, metode pengujian, serta kewajiban sertifikasi bagi setiap perangkat Bluetooth yang dipasarkan.

Persyaratan Teknis Bluetooth Module Sesuai KEPMEN No. 260 Tahun 2024

Berdasarkan regulasi yang berlaku, perangkat Bluetooth module yang beroperasi dengan standar Bluetooth IEEE 802.15.1 harus memenuhi persyaratan utama berikut:

  • Pita frekuensi radio: 2400 – 2483,5 MHz
  • Daya pancar maksimum (RF output power): ≤ 20 dBm EIRP
  • Spurious emission pemancar: Sesuai standar FCC §15.247 dan/atau §15.209, EN 300 440, dan EN 300 328
  • Metode Pengujian: FCC §15.247, ANSI C63.10, EN 300 440, dan EN 300 328

Sebagai bagian dari Short Range Devices (SRD), perangkat Bluetooth module wajib melalui pengujian teknis yang ketat untuk memastikan tidak menimbulkan interferensi terhadap perangkat lain dan sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, semua perangkat Bluetooth module harus mendapatkan sertifikasi DJID sebelum dapat digunakan atau dijual secara resmi.

Kewajiban dan Proses Sertifikasi DJID KOMDIGI

Untuk memastikan kesesuaian perangkat dengan regulasi, setiap produsen atau importir Bluetooth module wajib mengajukan sertifikasi DJID melalui sistem e-Sertifikasi NextGen DJID. Berikut adalah tahapan sertifikasi yang harus dilalui:

Registrasi dan pengajuan dokumen

  • Pemohon harus mendaftarkan perangkatnya melalui sistem e-Sertifikasi NextGen DJID.
  • Dokumen teknis yang mencakup spesifikasi perangkat, frekuensi operasional, daya pancar, dan metode pengujian harus disertakan.

Pengiriman sampel untuk pengujian

  • Setelah pendaftaran disetujui, pemohon wajib mengirimkan sampel perangkat Bluetooth module ke laboratorium uji yang ditunjuk DJID.
  • Sampel ini akan diuji untuk memastikan perangkat sesuai dengan spesifikasi KEPMEN No. 260 Tahun 2024.

Uji teknis dan evaluasi

  • Perangkat diuji untuk melihat apakah memenuhi batas daya pancar, frekuensi yang diizinkan, serta ketentuan spurious emission.
  • DJID akan meninjau hasil pengujian untuk menentukan apakah perangkat layak mendapatkan sertifikasi.

Penerbitan sertifikat DJID

  • Jika perangkat lolos semua tahap pengujian dan evaluasi, DJID akan menerbitkan sertifikat Resmi.
  • Sertifikat ini menjadi syarat wajib sebelum perangkat dapat dipasarkan atau digunakan secara legal di Indonesia.

Bagi produsen atau importir yang ingin mempercepat proses perizinan dan memastikan perangkat mereka memenuhi standar teknis yang ditetapkan, menggunakan jasa sertifikasi DJID dapat menjadi solusi yang efektif untuk mendapatkan sertifikat dengan lebih mudah dan sesuai regulasi.

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan umum tentang Bluetooth module.

Apa itu modul Bluetooth HC-05?

Bluetooth HC-05 adalah modul Bluetooth serial yang sering digunakan untuk komunikasi antara perangkat mikrokontroler (seperti Arduino atau Raspberry Pi) dengan perangkat lain, seperti smartphone atau komputer. Modul ini mendukung komunikasi mode master dan slave, sehingga dapat digunakan dalam berbagai proyek IoT dan otomatisasi.

Apa perbedaan antara Bluetooth HC-05 dan HC-06?

HC-05 dapat beroperasi sebagai master maupun slave, sementara HC-06 hanya bisa berfungsi sebagai slave. Ini berarti HC-05 lebih fleksibel karena dapat menginisiasi koneksi dengan perangkat lain, sedangkan HC-06 hanya bisa menerima koneksi dari perangkat master.

Apa fungsi Bluetooth module?

Bluetooth module berfungsi sebagai penghubung nirkabel yang memungkinkan perangkat elektronik berkomunikasi satu sama lain tanpa kabel. Modul ini digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti transfer data, kontrol perangkat IoT, koneksi audio nirkabel, serta komunikasi antar sensor dalam sistem industri.

Apa regulasi Bluetooth module di Indonesia?

Di Indonesia, Bluetooth module wajib memenuhi regulasi yang ditetapkan dalam KEPMEN KOMINFO No. 260 Tahun 2024. Perangkat ini dikategorikan sebagai Short Range Devices (SRD) dan harus beroperasi dalam pita frekuensi yang telah ditentukan.

Tags

Bluetooth

Related Post

Leave a Comment