Waktu pertama kali coba bikin video pakai HP atau kamera tanpa bantuan alat apa pun, saya cukup percaya diri. Tangan saya rasanya stabil, atau minimal saya pikir begitu. Tapi setelah lihat hasil rekaman, baru sadar, goyangnya enggak bercanda. Dari situlah saya mulai memahami kenapa gimbal dianggap “alat wajib” buat banyak kreator.
Menariknya, tren gimbal sekarang sudah berubah. Dulu tujuannya cuma satu, yaitu bikin rekaman tidak goyang. Sekarang fungsi gimbal jauh lebih luas. Banyak model baru sudah punya fitur yang terasa seperti asisten kecil yang bantu proses shooting dari awal sampai selesai.
Dan karena pola konsumsi konten di Indonesia serba cepat, TikTok, Reels, Shorts, fitur tertentu terasa jauh lebih relevan dibanding sekadar spesifikasi teknis di brosur.
Nah untuk tahu lebih jelas, berikut fitur gimbal stabilizer modern yang paling terasa manfaatnya dalam situasi nyata.
Daftar isi
Apa Saja Fitur Gimbal Stabilizer Modern?

Di bawah ini ada beberapa fitur gimbal stabilizer yang paling sering dicari dan dipakai oleh kreator di Indonesia.
AI tracking: Teman setia saat syuting sendirian
Banyak kreator lokal melakukan proses produksi secara mandiri. Kadang harus pindah frame, kadang bergerak, kadang butuh angle baru tanpa pegang kamera. Fitur AI tracking menyelesaikan masalah ini.
Fitur ini akan mengikuti pergerakan wajah atau objek secara otomatis. Cocok untuk:
- Food vlogger di pasar malam
- Konten tutorial DIY
- Dance challenge
- Review product lokal
Yang penting, pastikan aplikasi tracking kompatibel dengan smartphone yang Anda pakai. Banyak pengguna Android mid-range mengeluh tracking mudah terputus karena software yang kurang optimal, bukan karena motornya jelek.
Gesture control: Berguna saat tangan tidak bebas
Fitur gesture control terasa sederhana, tapi justru sering dipakai oleh kreator lokal.
Contohnya:
- Lagi pegang sate atau sambal, tangan berminyak
- Lagi motovlog, pakai sarung tangan
- Lagi masak, tangan bertepung
- Lagi syuting jarak jauh, malas maju mundur
Gerakan kecil seperti tanda peace atau lambaian biasanya cukup untuk mulai atau berhenti merekam.
Preset mode: Bikin footage menarik tanpa editing rumit
Preset seperti hyperlapse, inception roll, panorama sweep, atau dolly zoom membantu menciptakan variasi konten tanpa harus jago post-processing.
Preset seperti ini paling terasa untuk:
- Travel content
- Cinematic slow movement untuk B-roll
- Opening video event atau wedding
Yang penting bukan jumlah preset, tapi seberapa mudah mengaksesnya saat syuting. Fitur yang butuh tiga menu sebelum aktif biasanya jarang untuk dipakai.
Control zoom dan fokus langsung dari gimbal
Untuk pengguna mirrorless, fitur ini terasa profesional karena Anda tidak perlu menyentuh lensa saat bergerak.
Untuk pengguna HP, fitur ini membantu menjaga stabilitas saat zoom, karena menyentuh layar terlalu sering membuat frame bergeser.
Built-in tripod dan extender: Fitur kecil yang sering menyelamatkan
Tripod bawaan mempermudah:
- Live streaming di warung kopi
- Shooting unboxing di meja
- Timelapse sunset
- Hands-free shooting
Sedangkan extender arm membantu saat:
- Ambil low shot
- Wide group selfie
- Sudut kamera sulit dijangkau
Ini fitur yang tampak sederhana, tapi sangat terasa dalam pemakaian jangka panjang.
Aplikasi pendukung dan update firmware: Jangan abaikan bagian ini
Kadang hardware bagus, tapi aplikasinya ribet. Ini yang bikin pengalaman menggunakan gimbal terasa menghambat.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Mode kamera HP Anda terbaca (ultra-wide, 24fps, 60fps, atau portrait)
- Tracking responsif, bukan delay
- Update firmware aktif
Beberapa brand rutin merilis fitur baru, bukan sekadar perbaikan bug.
Sertifikasi perangkat: Penting untuk pengguna di Indonesia

Karena sebagian fitur gimbal menggunakan:
- Bluetooth
- WiFi
Perangkat seperti ini wajib tersertifikasi DJID berdasarkan KEPMEN KOMINFO 260/2024 dan KEPMEN KOMDIGI 12/2025. Kalau Anda beli unit impor tanpa sertifikasi DJID, ada kemungkinan koneksi tidak stabil atau perangkat bermasalah.
Untuk kreator yang bekerja profesional, sertifikasi ini penting sebagai kelayakan penggunaan dan legalitas perangkat.
Jadi, Fitur Mana yang Perlu Anda Prioritaskan?

Jawabannya tergantung cara Anda membuat konten.
Kalau Anda sering produksi sendirian, maka AI tracking plus gesture control penting. Tapi, kalau Anda banyak bikin konten outdoor, baterai awet plus built-in tripod akan terasa menyelamatkan.
Sementara untuk Anda yang menggunakan kamera mirrorless, kemampuan zoom dan fokus dari handle jadi nilai tambah besar.
Yang jelas, fitur gimbal stabilizer modern bukan hanya penambah estetika video. Fitur-fitur ini bisa mempercepat produksi, mengurangi retake, dan membuat pengalaman syuting terasa lebih efisien.
Penutup
Di dunia konten yang serba cepat, gimbal bukan lagi alat tambahan. Untuk banyak kreator, gimbal sudah jadi perpanjangan tangan saat proses perekaman. Dengan memilih fitur yang benar-benar sesuai kebutuhan, Anda bukan hanya mendapatkan video yang halus tanpa guncangan, tapi juga pengalaman produksi yang lebih nyaman dan profesional.










Leave a Comment