Di dunia perangkat telekomunikasi, perubahan regulasi biasanya berjalan bertahap. Namun dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan Indonesia terlihat semakin tegas.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) mulai memperkuat pondasi kemandirian pengujian perangkat, dan langkah besar yang ditunggu-tunggu akhirnya diumumkan, Indonesia akan memasuki era full local testing untuk sertifikasi DJID mulai 1 Januari 2027.
Pengumuman ini disampaikan pada EMC Excellence Forum 2025 di laboratorium BBPPT. Suasananya terasa seperti titik balik. Para pemangku industri, laboratorium uji, hingga regulator membahas bagaimana Indonesia bisa melepaskan ketergantungan dari laboratorium luar negeri dan memperkuat ekosistem pengujian dalam negeri.
Bagi pelaku usaha, kabar ini tentu menghadirkan harapan sekaligus pekerjaan rumah baru. Pasalnya, penerapan full local testing akan mengubah alur kerja sertifikasi, mulai dari waktu pengujian, biaya operasional, strategi produksi, hingga kesiapan tim teknis.
Supaya Anda bisa melihat gambaran besarnya, yuk kita bahas dengan cara yang lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Daftar isi
Kenapa Indonesia Menuju Full Local Testing?

Ada dua alasan utama yang mendorong percepatan full local testing:
Kemandirian regulasi
Selama bertahun-tahun, sebagian proses uji sertifikasi DJID dilakukan di laboratorium luar negeri. Ini membuat proses bisa lebih lama, terutama untuk jenis uji yang hanya tersedia di negara tertentu.
Dengan seluruh pengujian dilakukan di Indonesia, pemerintah ingin memastikan:
- Standar pengujian selaras dengan kebutuhan nasional
- Efisiensi waktu pengujian meningkat
- Akses terhadap fasilitas laboratorium lebih merata
Penguatan industri dan SDM
Local testing membuka ruang besar untuk peningkatan kapasitas teknis dalam negeri. Ketika jumlah perangkat meningkat setiap tahun, keberadaan laboratorium lokal yang kompeten menjadi kebutuhan strategis.
EMC Testing Syarat Wajib dalam Sertifikasi DJID
EMC testing sudah menjadi bagian wajib dalam sertifikasi DJID sejak 2018. Pada awalnya hanya beberapa perangkat yang diwajibkan untuk melakukan EMC testing, namun kini hampir semua equipment telekomunikasi harus melalui pengujian ini.
Perkembangan laboratoriumnya cukup signifikan. Jika dulu hanya Baristand dan Qualis yang bisa melayani pengujian EMC, kini lab baru bermunculan dengan teknologi:
- Ruang anechoic 3-10 meter
- Alat pengujian EMC yang mencakup radiated emission dan conducted emission
- Kemampuan EMC immunity yang mulai bertambah setiap tahun
Artinya, Indonesia tidak lagi berada di tahap awal. Pondasinya sudah dibangun, tinggal memperkuat konsistensi dan kapasitas.
Bagaimana Kesiapan Infrastruktur Pengujian Lokal?

Menuju 2027, pemerintah menyiapkan roadmap infrastruktur yang dikerjakan bersama lembaga standardisasi nasional. Beberapa fasilitas yang kini telah siap maupun sedang dipercepat antara lain:
- Laboratorium RF
Sudah mampu menguji seluruh fitur radiofrekuensi yang wajib untuk sertifikasi DJID. - Laboratorium EMC
Fasilitas EMC lokal terus bertambah, dan beberapa di antaranya telah memiliki ruang uji berstandar internasional dengan kapabilitas immunity yang sebelumnya hanya tersedia di luar negeri. - Laboratorium keselamatan listrik
Fasilitas tersedia di BBPPT, B4T, HCTI, dan beberapa mitra yang sudah beroperasi secara rutin. - Laboratorium keselamatan laser
Saat ini tersedia di BBPPT, Sucofindo, dan Telkom Test House. - Laboratorium SAR
Pengujian SAR masih menjadi tantangan terbesar. Saat ini baru satu fasilitas besar yang siap, yaitu di BBPPT. Karena proses uji SAR relatif panjang, percepatan kapasitas menjadi fokus dalam roadmap menuju 2027.
Potensi Ekonomi

Dari tahun-tahun sebelumnya, BBPPT mencatat pendapatan pengujian mencapai Rp 32 miliar dalam tiga tahun. Angka ini menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi, tetapi jika dibandingkan dengan:
- Jerman: Rp 59 triliun per tahun
- Korea Selatan: Rp 11 triliun per tahun
Maka peluang Indonesia sangat besar. Full local testing bukan hanya soal percepatan sertifikasi, tapi juga:
- Membuka lapangan kerja teknis baru
- Mendorong investasi alat uji berteknologi tinggi
- Meningkatkan daya saing industri perangkat dalam negeri
- Menekan biaya ekspor-impor pengujian yang selama ini menjadi beban produsen
Full local testing di 2027 pada dasarnya bisa menjadi motor ekonomi baru jika ekosistemnya berjalan stabil.
Dimulti sebagai Mitra Transisi Menuju 2027
Dengan lebih dari 17 tahun pengalaman di bidang pengujian dan sertifikasi perangkat telekomunikasi, Dimulti hadir sebagai pendamping bagi produsen dan importir perangkat yang ingin menyiapkan diri sejak awal.
Layanan yang umumnya dibutuhkan industri antara lain:
- Pemetaan standar teknis untuk jenis perangkat tertentu
- Persiapan dokumen teknis sebelum masuk laboratorium
- Koordinasi pengujian RF, EMC, safety, laser, hingga SAR
- Pendampingan proses sertifikasi sampai terbitnya sertifikat DJID
Untuk perusahaan yang belum memiliki tim internal teknis, keberadaan mitra seperti Dimulti mempermudah proses transisi ini, sekaligus mengurangi risiko gagal uji ataupun revisi berulang.
Penutup
Menuju full local testing di 2027, industri perangkat telekomunikasi Indonesia memasuki fase yang lebih matang. Pengujian yang dulu harus dilakukan di luar negeri kini semakin mendekat dengan fasilitas lokal yang terus berkembang.
Bagi produsen dan importir, inilah momen yang tepat untuk memperkuat pemahaman teknis dan menyiapkan strategi jangka panjang.
Dengan dukungan laboratorium yang semakin lengkap dan mitra yang kompeten, proses sertifikasi DJID akan menjadi lebih efisien, lebih cepat, dan lebih berpihak pada pertumbuhan industri nasional. <UN>










Leave a Comment