#1 Your Trusted Business Partner

Jenis-Jenis Jaringan Wireless dan Cara Kerjanya

Galih Nugroho

jaringan wireless - Narmadi.co.id

Kalau diperhatikan, hampir semua aktivitas digital yang kita lakukan sekarang berangkat dari satu hal sederhana, yaitu sinyal yang melayang di udara. Dari membuka peta di ponsel ketika tersesat, memindahkan file lewat Bluetooth, sampai memeriksa kamera rumah saat sedang keluar kota, semuanya berjalan karena ada jaringan wireless yang bekerja tanpa henti. 

Banyak orang memakainya tiap hari, tapi tidak banyak yang benar-benar tahu bahwa ada beberapa jenis jaringan wireless dengan fungsi yang berbeda-beda.

Memahami dasarnya rasanya penting juga, apalagi kalau kita sering bergantung pada perangkat digital. Karena di balik satu kata “wireless”, ada ekosistem besar yang punya karakter masing-masing.

Gambaran Dasar: Wireless itu Apa?

jaringan wireless

Jaringan wireless adalah cara perangkat berkomunikasi tanpa kabel fisik. 

Data yang biasanya berjalan lewat tembaga atau serat optik, di sini dipindahkan lewat gelombang elektromagnetik. Kadang berupa gelombang radio, kadang inframerah, atau gelombang mikro, tergantung jenis jaringannya. Dari konsep sederhana itu, lahirlah banyak teknologi yang menemani kehidupan modern.

Wireless memberi dua keuntungan yang paling terasa, yakni perangkat bisa bergerak bebas, dan instalasinya tidak repot. Tidak ada kabel kusut yang harus ditarik ke sana-sini.

Namun, tiap jenis jaringan tetap punya batasan dan cara kerja sendiri. Jadi mari kita bahas satu per satu.

Jenis-Jenis Jaringan Wireless

jaringan wireless

Berikut ini adalah jenis-jenis jaringan wireless beserta prinsip kerjanya.

Wireless Local Area Network (WLAN)

Ini jaringan yang paling sering kita temui. WiFi di rumah, WiFi kantor, sampai WiFi kafe tempat nongkrong sore, semuanya bagian dari WLAN. Ruang lingkupnya memang kecil, cukup untuk bangunan atau area terbatas.

Bagaimana WLAN bekerja?

Satu perangkat bernama access point atau router memancarkan sinyal radio. Laptop dan ponsel menangkap sinyal itu lewat antena internal. Standar frekuensi umum ada dua, 2.4 GHz yang jaraknya lebih jauh, dan 5 GHz yang biasanya lebih cepat tapi jangkauannya lebih pendek. 

Pemilihan frekuensi ini yang sering jadi alasan internet di rumah kadang lancar, kadang ogah-ogahan.

Contoh paling dekat:

WiFi rumah, jaringan kantor kecil, atau tempat umum seperti bandara dan perpustakaan.

Wireless Personal Area Network (WPAN)

Wilayahnya jauh lebih kecil dibanding WLAN, bahkan hanya beberapa meter. WPAN dibuat untuk menghubungkan perangkat pribadi yang dekat dengan tubuh pengguna, seperti earbud, smartwatch, mouse wireless, atau lampu pintar di kamar.

Cara kerjanya?

Bluetooth adalah contoh paling terkenal. Protokol ini memakai energi rendah sehingga baterai perangkat kecil tetap awet. Zigbee juga banyak dipakai untuk perangkat smart home karena stabil dan hemat daya.

Contoh nyata:

Headset Bluetooth ke ponsel, smartwatch yang terhubung ke aplikasi, atau lampu kamar yang bisa dikontrol lewat ponsel.

Wireless Metropolitan Area Network (WMAN)

Kalau WLAN hanya sebatas bangunan, WMAN melayani area lebih luas, seukuran kota atau kawasan industri yang besar. Biasanya dipakai untuk menghubungkan gedung-gedung atau area publik yang butuh jangkauan lebar.

Cara kerja WMAN

Jaringan ini memakai antena besar yang memancarkan sinyal ke radius jauh. Beberapa penyedia layanan internet memakai konsep ini untuk menjangkau daerah yang sulit ditarik kabel. WiMAX pernah menjadi salah satu teknologi yang populer untuk keperluan ini.

Contoh penggunaan:

Kampus besar, layanan internet wilayah perkotaan, atau jaringan nirkabel antar-gedung pemerintahan.

Wireless Wide Area Network (WWAN)

WWAN adalah backbone komunikasi mobile modern. Jaringan 4G dan 5G berada di kategori ini. Cakupannya sangat luas, bisa melintasi kota, provinsi, bahkan negara.

Cara kerjanya?

Data dikirim lewat menara seluler. Ketika pengguna berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, ponsel akan “dioper” ke menara berikutnya, proses ini disebut handover. Karena itulah kita bisa menelpon sambil naik mobil tanpa putus sinyal (selama jaringannya bagus tentunya).

Contoh penggunaan:

Internet mobile, panggilan telepon, transaksi digital, streaming video saat di perjalanan.

IoT Networks

Ini adalah jaringan yang dirancang untuk perangkat kecil, jumlahnya banyak, dan sering bekerja tanpa henti. Di rumah, perangkat IoT muncul dalam bentuk kamera, sensor pintu, lampu pintar. Di kota besar, jaringan IoT digunakan untuk memantau lampu jalan, meteran air, hingga sistem transportasi.

Cara kerja IoT Networks

Bergantung pada protokolnya. Zigbee dan Z-Wave cocok untuk rumah karena hemat energi. LoRaWAN punya jangkauan sangat jauh, makanya sering dipakai untuk sistem monitoring kota atau industri.

Contoh penggunaan:

Smart home, smart city, pelacakan logistik, sensor industri, sampai sistem keamanan.

Penutup

Setiap jenis jaringan wireless membawa fungsi yang berbeda. WLAN untuk kebutuhan lokal, WPAN untuk perangkat pribadi, WMAN dan WWAN untuk wilayah luas, dan IoT Networks untuk perangkat kecil yang jumlahnya banyak. Dengan memahami karakter masing-masing, kita jadi lebih tahu teknologi apa yang sebenarnya bekerja di belakang layar.

Dan ketika perangkat wireless terasa semakin “pintar”, kita sebenarnya sedang melihat kerja panjang dari berbagai jenis jaringan yang saling melengkapi. Dunia wireless terus tumbuh, dan pemahaman dasar seperti ini membuat kita lebih siap mengikuti perkembangan berikutnya.

Tags

Wireless

Related Post

Leave a Comment