Di balik suara menggelegar dari speaker konser, kejernihan audio home theater, hingga jernihnya sinyal komunikasi, ada satu komponen penting yang bekerja tanpa banyak disadari, yaitu amplifier.
Perangkat ini mungkin terdengar teknis, tapi sebenarnya punya peran besar dalam kehidupan digital kita sehari-hari. Baik untuk kebutuhan hiburan maupun profesional, perangkat ini menjadi jembatan antara sinyal lemah dan hasil suara yang bertenaga.
Dalam artikel ini, kita akan bahas apa itu amplifier, bagaimana cara kerjanya, jenis-jenisnya, hingga hal yang sering luput diperhatikan, yakni regulasi, khususnya untuk Bluetooth amplifier yang kini makin populer di pasaran.
Daftar isi
Apa itu Amplifier?

Amplifier adalah perangkat elektronik yang berfungsi memperbesar amplitudo sinyal input tanpa mengubah bentuk aslinya. Tujuan utamanya adalah meningkatkan daya atau kekuatan sinyal agar dapat digunakan oleh perangkat output, seperti speaker atau antena.
Tanpa alat ini, sinyal suara dari perangkat audio mungkin terlalu lemah untuk didengar dengan jelas, atau sinyal komunikasi bisa terganggu sebelum sampai ke penerima.
Cara Kerja
Alat ini bekerja berdasarkan prinsip penguatan sinyal. Sinyal input masuk melalui terminal tertentu, kemudian diperbesar menggunakan komponen elektronik seperti transistor atau IC (Integrated Circuit), lalu dikeluarkan dalam bentuk sinyal yang jauh lebih kuat.
Ada tiga jenis penguatan yang biasa dilakukan:
- Penguatan tegangan (voltage amplification)
- Penguatan arus (current amplification)
- Penguatan daya (power amplification)
Pemilihan jenis penguatan ini tergantung pada perangkat yang digunakan dan kebutuhan output-nya.
Jenis-Jenis

Ada banyak jenis produk di pasaran, dan masing-masing punya kegunaan yang berbeda. Berikut adalah beberapa kategori utamanya:
Power ampli
Digunakan untuk memperkuat sinyal audio ke speaker. Banyak ditemukan di rumah, mobil, panggung, hingga bioskop.
Pre-ampli
Berfungsi memperkuat sinyal dari input level rendah seperti mikrofon atau turntable, sebelum dikirim ke power amplifier.
Integrated ampli
Menggabungkan pre-amp dan power amp dalam satu perangkat. Cocok untuk pengguna rumahan karena praktis dan hemat tempat.
Amplifier RF (Radio Frequency)
Digunakan dalam sistem komunikasi untuk memperkuat sinyal frekuensi radio seperti siaran televisi atau radio dua arah.
Bluetooth amplifier
Jenis produk modern yang dilengkapi dengan konektivitas nirkabel via Bluetooth. Pengguna bisa menghubungkan perangkat seperti smartphone, tablet, atau laptop langsung ke speaker aktif tanpa kabel tambahan.
Kenapa Produk dengan FItur Bluetooth Makin Populer?
Ampli yang dilengkapi dengan fitur Bluetooth menawarkan kenyamanan ekstra bagi pengguna. Bayangkan Anda bisa memutar musik langsung dari ponsel tanpa ribet colok kabel. Bahkan beberapa model juga dilengkapi fitur USB, SD card, radio FM, atau remote control.
Namun, perangkat ini bekerja dengan memancarkan gelombang frekuensi radio di pita ISM (Industrial, Scientific, Medical), yang berarti masuk ke ranah perangkat komunikasi nirkabel. Dan di sinilah aspek regulasi mulai berlaku.
Regulasi di Indonesia

Di Indonesia, setiap perangkat elektronik yang menggunakan konektivitas nirkabel seperti Bluetooth, WiFi, NFC, atau RFID wajib memenuhi regulasi dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID), yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI). Tujuannya adalah untuk memastikan perangkat aman digunakan, tidak menyebabkan interferensi, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional.
Untuk yang memiliki fitur bluetooth, perangkat ini dikategorikan sebagai perangkat nirkabel nonseluler dan tunduk pada ketentuan dalam Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika (KEPMEN KOMINFO) Nomor 260 Tahun 2024. Regulasi ini menetapkan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi agar perangkat bisa mendapatkan sertifikat dan dipasarkan secara legal di Indonesia.
Persyaratan umum
- Catu daya: Alat ini harus bisa dijalankan dengan sumber listrik yang umum, seperti listrik rumah (AC 220V) maupun baterai. Apa pun jenis dayanya, yang penting perangkat harus tetap stabil dan tidak mengganggu fungsi Bluetooth-nya.
- Keamanan listrik: Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti korsleting atau sengatan listrik, perangkat harus mengikuti standar keamanan seperti SNI IEC 60950-1:2016 atau IEC 62368-1.
- Kompatibilitas elektromagnetik (EMC): perangkat ini juga wajib lolos uji EMC agar tidak mengganggu perangkat lain di sekitarnya. Untuk pengujian ini, standar yang digunakan adalah SNI ISO/IEC CISPR 32:2015.
Persyaratan teknis
| Pita Frekuensi Operasi | Daya Pancar | Emisi Spurious | Metode Testing |
| 2400 – 2483.5 | ≤ 20 dBm EIRP | EN 300 440 | EN 300 440 |
Untuk memastikan produk ini benar-benar aman dan sesuai regulasi di atas, setiap perangkat perlu melalui tahap pengujian teknis. Proses ini dilakukan di laboratorium yang sudah diakui secara resmi oleh DJID.
Supaya pengujiannya berjalan lancar, pihak produsen, distributor, atau importir wajib menyiapkan sampel produk yang akan diuji, lengkap dengan dokumen teknisnya. Semua data ini akan diperiksa untuk memastikan alat tidak menyalahi aturan terkait pita frekuensi, daya pancar, dan aspek teknis lainnya.
Kalau hasilnya lulus, maka alat tersebut akan memperoleh LHU (Laporan Hasil Uji). Nah, LHU ini adalah tiket utama untuk mengajukan sertifikat resmi ke DJID.
Bagi yang belum terbiasa dengan proses ini, pengurusan sertifikasi DJID memang bisa terasa cukup teknis dan memakan waktu. Tapi saat ini, sudah tersedia layanan jasa sertifikasi DJID yang bisa membantu dari awal hingga akhir, mulai dari menyiapkan dokumen, mengatur pengiriman sampel, sampai perangkat dinyatakan sah dan bersertifikat.
Dengan bantuan layanan ini, Anda tak perlu lagi repot mengurus semuanya sendiri. Cukup serahkan pada tim yang berpengalaman, dan Anda bisa fokus menjalankan bisnis tanpa khawatir soal legalitas perangkat. <UN>
FAQ
Berikut pertanyaan umum seputar produk ini:
Apa itu amplifier dan kenapa penting dalam sistem audio?
Amplifier adalah perangkat yang memperkuat sinyal audio agar bisa didengar lebih jelas dan nyaring melalui speaker. Tanpa amplifier, suara dari perangkat audio bisa terlalu lemah.
Apa perbedaan power amplifier dan pre-amplifier?
Power amplifier memperbesar sinyal agar cukup kuat untuk menggerakkan speaker, sedangkan pre-amplifier bertugas memperkuat sinyal input level rendah sebelum dikirim ke power amp.
Bagaimana cara kerja amplifier?
Amplifier bekerja dengan menerima sinyal input, lalu memperbesar amplitudonya menggunakan komponen seperti transistor atau IC. Sinyal ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk sinyal yang lebih kuat ke speaker atau output lainnya.
Apakah Bluetooth amplifier harus disertifikasi di Indonesia?
Ya, semua perangkat yang dilengkapi fitur Bluetooth, termasuk amplifier wajib disertifikasi oleh DJID sesuai regulasi KEPMEN KOMINFO No. 260 Tahun 2024.










Leave a Comment