Menerbangkan drone bukan hanya soal mengangkatnya ke udara, tetapi juga memahami cara mengendalikannya dengan aman dan sesuai aturan. Banyak pemula yang langsung mencoba menerbangkan drone tanpa persiapan, yang sering kali berujung pada kehilangan kendali atau bahkan pelanggaran regulasi.
Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan sebelum mulai menerbangkannya. Dalam panduan ini, kita akan membahas persiapan dasar, teknik pengendalian, serta aturan yang harus dipatuhi agar penggunaan drone tetap aman dan legal.
Daftar isi
Kenali Jenis dan Fitur Drone yang Digunakan

Sebelum mulai menerbangkan pesawat tanpa awak ini, penting untuk memahami jenis drone yang digunakan. Setiap drone memiliki karakteristik dan fitur yang berbeda, tergantung pada fungsinya. Beberapa jenis drone yang umum digunakan adalah:
- Drone dengan GPS: Dilengkapi dengan sistem navigasi yang memungkinkan stabilitas lebih baik dan fitur Return-to-Home (RTH), sehingga drone dapat kembali ke titik awal jika kehilangan sinyal.
- Drone tanpa GPS: Biasanya digunakan untuk keperluan balapan atau latihan terbang karena lebih responsif, namun memerlukan keterampilan lebih dalam pengendaliannya.
- Drone FPV (First Person View): Dilengkapi kamera dan digunakan untuk balapan atau pengambilan gambar sinematik.
- Mini Drone: Berukuran kecil dan sering digunakan oleh pemula untuk latihan sebelum menggunakan drone yang lebih besar dan kompleks.
Pastikan Anda membaca manual dan mencoba memahami fungsi tombol pada remote control sebelum menerbangkannya di lapangan.
Persiapan Sebelum Menerbangkan Drone

Setelah mengetahui jenis drone dan fitur-fiturnya, kini saatnya beralih ke tahap persiapan sebelum menerbangkannya. Persiapan yang matang akan membantu memastikan drone dapat beroperasi dengan aman, stabil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Periksa kondisi baterai: Pastikan baterai drone dan remote control terisi penuh agar tidak mati mendadak di tengah penerbangan.
- Cek kondisi cuaca: Hindari menerbangkan saat hujan, angin kencang, atau dalam kondisi visibilitas rendah karena bisa mempengaruhi kestabilan penerbangan.
- Pastikan lokasi aman: Gunakan drone di tempat terbuka yang jauh dari keramaian, kabel listrik, atau bangunan tinggi untuk mengurangi risiko tabrakan.
- Gunakan drone di area yang diizinkan: Beberapa lokasi melarang penerbangan drone, seperti kawasan udara terlarang, area militer, dan sekitar bandara.
Teknik Dasar Menerbangkan agar Stabil

Untuk pemula, menguasai teknik dasar dalam menerbangkan pesawat tanpa awak ini, sangat penting agar tidak mengalami kehilangan kendali. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Mulai dengan takeoff perlahan: Angkat drone perlahan hingga mencapai ketinggian sekitar 1-2 meter untuk memastikan kestabilan sebelum mulai bergerak.
- Latih gerakan dasar: Coba lakukan pergerakan maju, mundur, ke kiri, dan ke kanan secara perlahan untuk membiasakan diri dengan kontrol drone.
- Jaga ketinggian stabil: Jangan langsung mencoba manuver sulit. Latih keterampilan untuk mempertahankan posisi drone tetap stabil sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Gunakan mode beginner (jika ada): Banyak drone modern memiliki mode pemula yang membatasi kecepatan dan ketinggian untuk menghindari kecelakaan.
Pahami Aturan Penerbangan Drone di Indonesia

Agar tidak melanggar hukum, pengguna drone harus memahami regulasi yang berlaku. Beberapa aturan penting yang harus diperhatikan antara lain:
- Batas ketinggian: Maksimal 120 meter dari permukaan tanah tanpa izin khusus.
- Zona terlarang: Dilarang menerbangkan drone di kawasan udara terlarang seperti area militer, bandara, dan objek vital nasional.
- Izin penggunaan: Untuk drone dengan berat lebih dari 25 kg atau digunakan untuk keperluan komersial, wajib memiliki izin dari Kementerian Perhubungan.
- Frekuensi radio: Drone harus menggunakan frekuensi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika agar tidak mengganggu jaringan lain.
Mengabaikan aturan ini dapat mengakibatkan sanksi berupa denda hingga Rp5 miliar atau bahkan penyitaan perangkat.
Tips Menghindari Kecelakaan Saat Menggunakan Drone
Untuk menjaga keamanan dan mencegah risiko kecelakaan, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Jangan terbangkan drone di dekat orang atau hewan: Hindari area dengan banyak orang untuk mencegah risiko kecelakaan atau cedera akibat drone jatuh.
- Gunakan mode Return-to-Home (RTH): Jika drone memiliki fitur ini, aktifkan untuk memastikan drone dapat kembali ke titik awal jika kehilangan sinyal atau baterai hampir habis.
- Latihan secara bertahap: Mulailah dengan menerbangkan drone di area terbuka sebelum mencoba terbang di lokasi yang lebih kompleks.
- Hindari menerbangkan drone di malam hari: Kecuali drone memiliki sistem pencahayaan yang memadai dan izin khusus, penerbangan malam hari sebaiknya dihindari.
Kesimpulan
Menerbangkan drone dengan aman memerlukan pemahaman yang baik tentang perangkat, lingkungan, serta aturan yang berlaku. Pemula sebaiknya mulai dengan memahami kontrol dasar, memilih lokasi yang aman, dan mematuhi regulasi agar pengalamannya tetap menyenangkan dan bebas dari masalah hukum.
Dengan mengikuti panduan ini, Anda bisa menikmati penggunaan drone dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab. Selamat mencoba! <UN>










Leave a Comment