Banyak orang membeli kamera DSLR dengan harapan menghasilkan foto yang tajam, jernih, dan estetik. Tetapi setelah beberapa bulan atau tahun digunakan, hasil fotonya terasa buram, muncul flare aneh, bahkan titik putih yang sulit dihilangkan. Dalam banyak kasus, penyebabnya bukan sensornya, melainkan pada lensa yang mulai kotor, berembun, atau muncul jamur.
Di Indonesia, masalah jamur pada lensa jauh lebih sering terjadi dibandingkan negara empat musim. Penyebabnya sederhana, kelembapan tinggi, terutama jika Anda tinggal di daerah seperti Bogor, Bandung, Makassar, Surabaya, Pontianak, atau Bali yang udaranya lembap hampir sepanjang tahun.
Lensa DSLR rentan menyerap uap air, dan tanpa perawatan yang benar, jamur bisa tumbuh di dalam elemen optiknya.
Itu sebabnya, merawat lensa DSLR bukan sekadar rutinitas teknis, tapi bagian dari menjaga nilai investasi. Harga lensa DSLR bisa mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah, dan kerusakan optik seringkali lebih mahal daripada harga kamera itu sendiri.
Daftar isi
Apa yang Terjadi Jika Lensa DSLR Tidak Dirawat?

Lensa yang dibiarkan tanpa perawatan biasanya mengalami beberapa masalah umum:
- Jamur optik yang tumbuh seperti serat tipis di permukaan kaca bagian dalam
- Lapisan coating rusak karena salah pembersih
- Debu menumpuk pada area fokus dan memengaruhi autofokus
- Baret halus (micro scratch) yang baru terlihat saat memotret langsung ke arah cahaya
Masalah-masalah tersebut memengaruhi hasil foto dan dalam kasus tertentu, memperbaikinya membutuhkan servis profesional optical cleaning yang harganya tidak murah.
Cara Merawat Lensa DSLR dengan Pendekatan Praktis

Tidak semua orang punya dry box mahal atau rutin membersihkan lensa. Jadi pendekatan ini dibuat lebih realistis, mengikuti cara fotografer di Indonesia menjaga perangkat mereka. Berikut cara merawat lensa DSLR yang bisa Anda ikuti:
Simpan lensa di tempat yang kelembapannya stabil
Dry box memang ideal, tetapi tidak semua orang punya. Alternatifnya:
- Storage box kedap udara
- Silica gel
- Electric dry cabinet jika Anda punya lebih dari satu lensa
Yang penting kelembapan stabil di kisaran 45-55 persen. Jamur sulit berkembang di kondisi ini.
Biasakan membersihkan lensa setelah dipakai
Setelah memotret outdoor, seperti di pantai, gunung, konser, wedding outdoor, permukaan lensa biasanya terkena:
- Debu
- Asap
- Minyak dari sidik jari
- Garam udara laut
Gunakan blower dulu sebelum mengelapnya. Kalau langsung pakai kain microfiber, debu bisa menjadi abrasif dan menggores kaca. Untuk noda membandel, teteskan cairan khusus pembersih lensa, jangan disemprot langsung.
Jangan buka-pasang lensa tanpa alasan
Sering membuka lensa membuat debu dan uap air lebih mudah masuk. Banyak fotografer pemula membiasakan gonta-ganti lensa terlalu sering, padahal sebenarnya bisa mengatur framing atau berjalan mendekat.
Semakin jarang casing optik terbuka, semakin kecil risiko jamur dan debu berkembang.
Gunakan filter pelindung yang layak
Filter UV tidak mengubah hasil foto secara signifikan untuk kebanyakan situasi, tetapi:
- Melindungi kaca depan lensa
- Lebih murah untuk diganti daripada memperbaiki kaca asli
Namun, hindari filter murahan yang justru menurunkan kualitas optik.
Jangan langsung disimpan jika terkena cipratan air
Biarkan lensa berada di ruangan ber-AC atau suhu stabil selama 30-60 menit sebelum disimpan. Tujuannya memberi waktu kondensasi menghilang. Menyimpan lensa dalam kondisi lembap adalah penyebab jamur nomor satu.
Kapan Harus Dibawa ke Servis Profesional?

Jika Anda melihat pola seperti:
- Sarang jamur seperti serabut tipis
- Titik buram di dalam kaca
- Autofokus terasa lambat karena mekanisme berdebu
Membawanya ke servis profesional adalah pilihan terbaik. Jangan coba membongkarnya sendiri, terutama untuk lensa internal zoom seperti 70-200 mm atau 24-105 mm karena mekaniknya yang kompleks.
Penutup
Merawat lensa DSLR mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar terhadap kualitas foto dan usia perangkat. Dengan kebiasaan kecil seperti menyimpan lensa di tempat kering, membersihkannya dengan benar, dan menghindari kelembapan ekstrem, Anda dapat menjaga performa optik tetap tajam selama bertahun-tahun.
Lensa DSLR yang dirawat dengan benar dapat bertahan bertahun-tahun tanpa penurunan kualitas, bahkan tetap memiliki nilai jual kembali yang stabil di pasar second, yang cukup aktif di Indonesia.
Bagi Anda yang menggunakan kamera untuk pekerjaan komersial, perawatan lensa bukan sekadar rutinitas teknis, tapi bagian dari workflow profesional agar alat kerja tetap andal kapan pun dibutuhkan.










Leave a Comment